Selasa, 31 Mei 2011

Kehadiran Konflik

BAB III
KEHADIRAN KONFLIK


1. DAMPAK DARI KONFLIK

Sejatinya dampak konflik yang terjad diantara seseorang dengan orang lainataupun dengan suatu kelompok lain memberikan dua dampak yakni bisa berdampak positif ataupun bisa berdampak negative.

Segi Positif

 Mendorong untuk kembali mengkoreksi diri: Dengan adanya konflik yang terjadi, mungkin akan membuat kesempatan bagi salah satu ataupun kedua belah pihak untuk saling merenungi kembali, berpikir ulang tentang penyebab terjadinya perselisihan ataupun konflik diantara mereka.
 Meningkatkan Prestasi: Dengan adanya konflik, bisa saja membuat orang yang termajinalkan oleh konflik menjadi merasa mempunyai kekuatan extra sendiri untuk membuktikan bahwa ia mampu dan sukses dan tidak pantas untuk ’’dihina’’.
 Mengembangkan alternative yang baik: Bisa saja dengan adanya konflik yang terjadi diantara orang per orang, membuat seseorang berpikir dia harus mulai mencari alternative yang lebih baik dengan misalnya bekerja sama dengan orang lain mungkin.









Segi Negatif

 Menghambat Kerjasama: Sejatinya konflik langsung atau tidak langsung akan berdampak buruk terhadap kerjasama yang sedang dijalin oleh kedua belah pihak ataupun kerjasama yang akan direncanakan diadakan antara kedua belah pihak.
 Apriori: Selalu berapriori terhadap “lawan”. Terkadang kita tidak meneliti benar tidaknya permasalahan , jika melihat sumber dari persoalan adalah dari lawan konflik kita.
 Saling Menjatuhkan : Ini salah satu akibat paling nyata dari konflik yang terjadi diantara sesame orang didalam suatu organisasi, akan selalu muncul tindakan ataupun upaya untuk saling menjatuhkan satu sama lain dan membuat kesan lawan masing-masing rendah dan penuh dengan masalah.


2. SEBAB – SEBAB KONFLIK
Teori utama mengenai sebab konflik, meliputi:

‡Teori Hubungan Masyarakat

‡Teori Negosiasi Prinsip

‡Teori Kebutuhan Manusia

‡Teori Identitas

‡Teori KesalahpahamanAntarbudaya

‡Teori Transformasi Konflik


2.1 Teori Hubungan Masyarakat:

- Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat.
- Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah: Meningkatkan komunikasi dan salingpengertian antara kelompok-kelompok yang mengalami konflik. Mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada didalamnya.
2.2 Teori Negosiasi Prinsip:
- Menganggap bahwa konflik disebabkan olehposisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik.
- Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah: Membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu,dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkankepentingan-kepentingan mereka daripadaposisi tertentu yang sudah tetap. Melancarkan proses pencapaian kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak.

2.3 Teori Kebutuhan Manusia
- Berasumsi bahwa konflik yang berakar dalam disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia fisik, mental, dan sosial yang tidak terpenuhi atau dihalangi. Keamanan, identitas,pengakuan,partisipasi, dan otonomi sering merupakan inti pembicaraan.
- Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah: Membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, dan menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Agarpihak-pihak yang mengalami konflik mencapai kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan dasar semuapihak

2.4 Teori Identitas:

- Berasumsi bahwa konflik disebabkan karena identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan.

- Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah: Melalui fasilitas lokakarya dan dialog antara pihak-pihak yang mengalami konflik mereka diharapkan dapat mengidentifikasi ancaman-ancaman dan ketakutan yang mereka rasakan masing-masing dan untuk membangun empati dan rekonsiliasi di antara mereka. Meraih kesepakatan bersama yang mengakui kebutuhanidentitaspokok semuapihak.


2.5 Teori Kesalahpahaman Antar budaya:

- Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh ketidakcocokan dalam cara-cara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda.

- Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah: Menambah pengetahuan pihak-pihak yang mengalami konflik mengenai budaya pihak lain. Mengurangi stereotip negatif yang mereka miliki tentang pihak lain. Meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya.





2.6 Teori Transformasi Konflik:
- Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah-masalah sosial, budaya dan ekonomi.
- Sasaran yang ingin dicapai teori ini adalah: Mengubah berbagai struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan, termasuk kesenjangan ekonomi. Meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antara pihak-pihak yang mengalami konflik.Mengembangkan berbagai proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan , perdamaian, pengampunan , rekonsiliasi dan pengakuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar